Rabu, 10 Agustus 2016

Pengolahan ikan tuna

Tuna sebagai komoditas perikanan andalan Indonesia setelah udang mempunyai prospek cerah dalam pengusahaanya, mengingat permintaan produk tersebut di pasar domestik dan ekspor cenderung meningkat. Peningkatan tersebut dipacu dengan kesadaran masyarakat khususnya di Eropa dan Amerika serta negara-negara di kawasan Timur Tengah yang mulai sadar akan sumber makanan yang sehat , mereka beralih dari daging ke ikan khususnya tuna.
Ekspor komoditi tuna Indonesia hingga bulan November 2004 berdasarkan data BPS, 2005 sebesar 39,920,865 Kg dengan nilai ekspor sebesar 110,025,438 US$. Pada tahun 2003 sebesar 117,091,984 Kg dengan nilai 213,178,841 US$, mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2002 sebesar 92,796,612 Kg dengan nilai 212,425,684. Ekspor komoditi tuna Indonesia sebagian besar dalam bentuk beku, segar dan tuna dalam kaleng. Negara tujuan utama ekspor produk tuna Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, Eropa dan Thailand. Jepang merupakan sentral pasar tuna dunia, negara tersebut mendominasi permintaan tuna dengan total volume konsumsi sebesar 660,000 ton yang terdiri dari 80.000 ton permintaan terhadap produk tuna kaleng dan 580,000 ton tuna segar untuk konsumsi sashimi. Sedangkan 1,3 juta ton berasal dari permintaan negara lain.